*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#160: Bersilaturahmi, Bersinergi demi Masa Depan

Lima hari lagi tepatnya Minggu, 22 November 2009, Ikatan Alumni SMK Telkom Malang (IAW = Ikatan Alumni Wikusama) akan memiliki pengurus baru. Tidak terasa, enam tahun sudah saya ”mengabdi” pada alumni sekolah yang terletak di Sawojajar, Malang ini.

Dari semenjak masih bujangan, kemudian menikah, punya anak satu, hingga kini memiliki 2 anak. Secara perhatian tetap, tapi secara waktu luang begitu susah untuk bisa seperti dulu lagi. Maka, sudah saatnya sekarang yang muda untuk tampil. Jika dulu saya sebagai yang di depan, maka sekarang cukup memberikan semangat kepada para penerus. Memberikan nasehat dan saran serta dukungan moral dan material kepada generasi penerus; penggiat alumni.

Temu Alumni Akbar ini merupakan reuni 3 tahunan bagi para lulusan SMK Telkom Malang yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya, sekaligus memilih pengurus baru IAW.  Reuni akbar sekaligus tonggak berdirinya IAW tahun 2003 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) anjungan Sulawesi Tenggara dihadiri sekitar 150 alumni, sementara Reuni Akbar tahun 2006 di Bumi Perkemahan Ragunan dihadiri sekitar 300 alumni, maka sangat mungkin jumlah alumni yang bekerja di Jakarta saat ini mencapai sekitar 500-an orang lebih.

Sebagai kandidat Ketua/Sekjen untuk pengurus IAW tiga tahun ke depan adalah kombinasi angkatan-angkatan muda; yakni angkatan ke-7 dengan 10. Ada Doddy Ali Wijaya berpasangan dengan Perdana Rizky dan Andry Febriyanto berpasangan dengan Bayu Indriarko.

Dalam obrolan santai tapi serius kemarin, saya mendapatkan komitmen dari seorang teman alumni yang sudah sukses berkarier di perusahaan swasta sebagai bagian dari middle of management sekaligus berwira usaha secara mandiri. Beliau siap mengucurkan dana 10 – 20 juta buat pengurus IAW yang baru asalkan memiliki visi dan misi ke depan yang lebih bermanfaat buat alumni.

Tentu, niat baik ini patut diacungi jempol. Di kala kebanyakan orang merasa dirinya sangat sukses, sangat sulit ditemukan orang yang memiliki kepedulian terhadap alumninya. Mudah-mudahan niat baik ini menjadi contoh, pelecut bagi alumni-alumni lain yang telah sukses untuk ikut memikirkan nasib alumninya. Baca lebih lanjut

Iklan

November 17, 2009 Posted by | Alumni | , | Tinggalkan komentar

#009: Reuni

Dik Ali (Ali Thamrin, angkatan 3) pernah cerita ke saya, mengenai sulitnya mengumpulkan teman-teman yang berada di daerah [Surabaya dll] untuk diajak dalam acara reuni kelas. Padahal, acaranya juga di daerah. Menurut Ali, itu terjadi karena ada perasaan minder dari teman-teman di daerah bila bertemu dengan teman-teman dari [yang bekerja di] Jakarta.

Lho, kok bisa? Ya, memang begitu kenyataannya. Di samping halangan sakit, biasanya sibuk karena rutinitas pekerjaan juga dijadikan sebagai alasan. Tapi minder atau tak percaya diri, menurut Ali merupakan alasan yang kerapkali keluar.

Kenapa begitu? Menurut saya, itu bisa saja terjadi, bila seandainya harta dijadikan sebagai parameter [tolak ukur] dalam berteman. Ada image, seolah-olah yang bekerjadi Jakarta itu glamour, hidup penuh dengan kesuksesan dsb. Padahal sama saja.

Contoh kecilnya saja, saya misalnya. Sampai kini pun tidak memiliki properti yang berarti, aset pribadi yang berlebih, atau bahkan [boro-boro] mobil pribadi…:) Padahal kerja sudah lama. Justru teman-teman di daerah sudahpunya rumah di Sidoarjo, misalnya. Jadi, kenapa harus minder? Semua sama saja. Sederhana saja berpikir: Tuhan menilai akhlak. Menilai bermanfaat atau tidaknya manusia terhadap lingkungan di sekitarnya, dan bukan dari kekayaannya.

Kalau alasannya karena “gengsi” pekerjaan. Banyak macam ragam pekerjaan yang bisa memberikan pendapatan –tidak hanya berkutat pada perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi belaka. Ada pabrik, berniaga/berdagang, wiraswasta, kerja di level wacana atau massa-basis (LSM, Lembaga Swadaya Masyarakat) dsb. Belum tentu, kerja di perusahaan telekomunikasi gajinya bisa lebih besar dari seorang office boy di sebuah LSM. Karena saya pernah tahu itu. Baca lebih lanjut

Oktober 12, 2006 Posted by | Alumni | , , | Tinggalkan komentar