*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#025: Aku Bukanlah Laila Yang Patah Hati

Padepokan Tebet, 6 Juli 2003, 22:35;
Luas tanah kurang lebih 40 x 40 m2, dengan dikelilingi tembok setinggi 2 m. Pohon nangka, mangga, dan sebuah pohon yang entah apa namanya, tapi aku ingat itu seperti pohon yang tumbuh di STM waktu masih di Jl. Kawi dulu(1993-1995), yang sering dimakan teman-teman selepas olahraga. Entahlah, apa namanya. Aku lupa, dan aku benar-benar tak tahu namanya. Yang jelas, pohon-pohon itu berdiri berjajar dekat tembok, dengan begitu setianya. Mungkin, hanya kapak dan gergaji yang akan melepaskan kesetiaan mereka.

Bangunan rumah sederhana namun asri, berbentuk huruf “L”, dengan 6 pintu. Masing-masing ada yang berukuran 5 x 5 m, 4 x 4 m. Yang paling kecil, 2 x 4m jadi perpustakaan Wikusama. Pohon pisang berjejer di belakang rumah. Sementara pohon cemara, tinggi menjulang dengan angkuhnya di depan rumah, berada di tengah-tengah hamparan rumput yang menghijau. Mengkudu, palem, dan mangga, mengelilinginya. Sungguh menyenangkan bila dilihat dari teras rumah. Baca lebih lanjut

Iklan

Oktober 16, 2006 Posted by | Other | , | Tinggalkan komentar