*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

24 Parpol Tolak Rekapitulasi KPUD Malang

Sabtu, 18/04/2009 15:01 WIB
Muhammad Aminudin – detikSurabaya Malang –

pemilu2009-dalam1Rapat pleno perhitungan suara pemilihan legislatif 2009 KPUD Malang di Pendopo Kabupaten Malang, diwarnai aksi protes 24 parpol tergabung dalam Forum Komunikasi Lintas Partai (FORKLIP), Sabtu (18/4/2009). Aksi protes ini menolak menandatangi berita acara KPUD. Karena menganggap masih banyak kecurangan dalam pelaksanaan pileg. Seperti DPT amburadul, dugaan jual beli suara oleh oknum PPK dengan sejumlah parpol.Serta kurang lengkapnya rekap suara dari 12 PPK yang dilakukan perhitungan.

“Kami meminta perhitungan ulang,” ujar Hendro sekretaris FORKLIP di lokasi. Dalam aksinya ini, 24 parpol yang menolak perhitungan ini secara bersama menandatangani surat pernyataan berisi memprotes dilakukan perhitungan.

Dari 24 parpol itu diantaranya Partai Gerindra, Partai Hanura, Partai Replubikan, dan Partai Indonesia Sejahtera (PIS). Saat ini KPUD masih melakukan perhitungan suara dari 21 PPK yang sudah melakukan rekap.  Sementara itu Gatot Ismoyo Ketua Pokja Logistik KPUD Kabupaten Malang, menanggapi aksi protes 24 parpol menuturkan, KPUD akan tetap melanjutkan proses perhitungan suara,meski sejumlah PPK belum menyerahkan rekap suara.

Sementara ini KPUD masih menampung protes dari 24 parpol tersebut. “Bagaimanapun perhitungan tetap dilakukan,” ungkapnya kepada detiksurabaya.com di lokasi. (fat/fat)

http://surabaya.detik.com/read/2009/04/18/150113/1117484/475/24-parpol-tolak-rekapitulasi-kpud-malang

Iklan

April 23, 2009 Posted by | SOROT & Berita | , | Tinggalkan komentar

#065: Kedunguanku

Kata banyak orang di kampung, aku ini pintar karena bisa bersekolah di tempat yang elite di Malang (waktu itu). Kata tetanggaku, aku ini anak yang beruntung karena sehabis sekolah langsung kerja di Jakarta. Kata orang tua, aku memang cerdas, karena berhasil menyabet segala macam penghargaan ketika dulu masih berusia kurcaci. Tapi catat, aku ini sebenarnya orang dungu!

Bagaimana tidak dungu? Ketika aku lebih cinta akan ikatan primordial, ikatan emosional semata daripada sebuah fakta sejarah yang sebenarnya. Bagaimana tidak dungu, karena aku lebih fanatik terkungkung dalam ikatan ideologi, daripada ‘melek’ terhadap fakta sejarah yang terjadi.
Aku marah ketika orang lain membeberkan kebobrokan tentara, karena bapakku tentara. Karena saudaraku tentara. Karena ayah mertua kakakku seorang pensiunan provost militer (PM). Aku gusar ketika ideologiku dikritik orang, karena aku pembela mati-matian ideologi itu. Hidup-mati ingin bersama ideologiku. Aku ketar-ketir ketika tokoh idolaku dihujat, karena aku menghormatinya. Aku mengaguminya. Aku terpesona oleh intelektualitas dan ketokohannya yang luar biasa. Baca lebih lanjut

November 8, 2006 Posted by | Ideologi Sikap Otak | , , | Tinggalkan komentar