*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#029: Lupakanlah Aku, Laila

SAMPAILAH Laila di Jakarta. Kemarin pagi, burung besi yang ditumpanginya telah mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta. Begitu turun dari tangga pesawat, ia hanya mampu menundukkan wajahnya dengan muka yang masam. Penuh dengan kelelahan. Ia tidak sempatkan mampir ke toilet, atau sekedar hanya mencari makanan ringan. Ia tampak begitu lelah. Begitu barang-barangnya dirasa sudah komplit, tanpa banyak sikap-kata, ia langsung meluncur ke rumahnya, di sebuah bilangan komplek elite di wilayah Jakarta Barat.

#
KAWASAN perumahan itu begitu asri. Rumah-rumah berderet dengan rapi, dipisahkan oleh blok-blok huruf, yang menjadi ciri khas background politik si penghuni. Pepohonan menghijau, mengelilingi lokasi komplek. Juga di depan tiap rumah.

Rumah itu besar, tapi sering kosong. Maklum, rumah dinas kaum elite di negeri ini. Sepi. Penghuni rumah sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Begitu sampai di rumah, hanya mbak Yem, sang pembantu rumah dinas itu, yang menemuinya. Baca lebih lanjut

Iklan

Oktober 16, 2006 Posted by | Other | , | Tinggalkan komentar

#025: Aku Bukanlah Laila Yang Patah Hati

Padepokan Tebet, 6 Juli 2003, 22:35;
Luas tanah kurang lebih 40 x 40 m2, dengan dikelilingi tembok setinggi 2 m. Pohon nangka, mangga, dan sebuah pohon yang entah apa namanya, tapi aku ingat itu seperti pohon yang tumbuh di STM waktu masih di Jl. Kawi dulu(1993-1995), yang sering dimakan teman-teman selepas olahraga. Entahlah, apa namanya. Aku lupa, dan aku benar-benar tak tahu namanya. Yang jelas, pohon-pohon itu berdiri berjajar dekat tembok, dengan begitu setianya. Mungkin, hanya kapak dan gergaji yang akan melepaskan kesetiaan mereka.

Bangunan rumah sederhana namun asri, berbentuk huruf “L”, dengan 6 pintu. Masing-masing ada yang berukuran 5 x 5 m, 4 x 4 m. Yang paling kecil, 2 x 4m jadi perpustakaan Wikusama. Pohon pisang berjejer di belakang rumah. Sementara pohon cemara, tinggi menjulang dengan angkuhnya di depan rumah, berada di tengah-tengah hamparan rumput yang menghijau. Mengkudu, palem, dan mangga, mengelilinginya. Sungguh menyenangkan bila dilihat dari teras rumah. Baca lebih lanjut

Oktober 16, 2006 Posted by | Other | , | Tinggalkan komentar