*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#037: Dari Kuningan hingga Tebet: Dari Turnamen Futsal hingga Rapat Perseroan Terbatas “Wikusama”

Padepokan Tebet, 18-08-03 di pagi hari.
Tatkala tetesan-tetesan embun telah melekat di dedaunan. Seperti biasa. Sekawanan suara burung membangunkanku pagi ini. Mereka bercanda sambil bersiul, dari satu ranting ke ranting pohon yang lain. Di antara sekawanan burung itu, ada satu burung yang suaranya cukup jelas kukenal. Suaranya berbeda dengan yang lain. Sangat jelas berbeda. Entah apa nama burung itu?!

Kuantarkan AW (Agus Widjaya/1C) pulang, sampai di pintu gerbang padepokan. Semalam, dia menginap di sini, setelah aku dan Wanus bertemu secara tidak sengaja dengannya di toko buku Gramedia di Hero Gatsu. Ia pun kemudian mampir dan menginap di padepokan. Kita ngobrol banyak hal hingga larut malam, ditemani kacang rebus, mie rebus, nescafe, dan Kabelvision.

Sepagi ini, Mbak Yati, istri penjaga padepokan sedang menyapu di taman. Ia bersihkan rerumputan dari kotoran dedaunan kering yang rontok. Daun mangga dan daun cemara, serta buah mengkudu yang jadi sampah di atas hamparan taman itu. Semua ia bersihkan. Kemudian ia guyur dengan air. Rerumputan itu menjadi tampak segar, layaknya menyambut mentari yang sebentar lagi kan menyapa bumi. Memberi warna pada semua permukaan. Baca lebih lanjut

Iklan

Oktober 16, 2006 Posted by | Alumni | , , | Tinggalkan komentar