*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#119: Bangsa Koruptor

Sejauh mata memandang, saat ini foto Caleg (baik Caleg DPR/DPRD Tk.1/Tk. 2) terpampang hampir di setiap sudut, pelosok kota/desa. Dari Ciangsana (Bogor), Ujung Aspal (Pondok Gede), Jakarta hingga di pelosok kota/desa seperti di Lamongan ataupun Jombang. Seperti biasa, janji-jani manis, slogan-slogan klise layaknya kecap nomor satu tertulis di samping foto para calon wakil rakyat itu. Mengaku paling religius, paling nasionalis. Di saat dunia sedang krisis, jaman lagi susah, tak menyurutkan niat para caleg itu untuk menjual diri mereka. Ada gula, ada semut. Jabatan wakil rakyat bagaikan gula, dan para caleg itu adalah semutnya.

Muncul pertanyaan usil, apa niat sesungguhnya mereka menjadi wakil rakyat? Ingin mengabdi pada rakyat dengan sesungguhnya? Atau ingin mengejar gengsi jabatan agar jadi orang terpandang? Atau hanya ingin jadi seorang koruptor? Padahal, tidak sedikit modal yang dikeluarkan untuk kampanye. Jika pilihan terakhir yg dipilih, ternyata keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih juga belum bikin jera para calon pejabat/wakil rakyat untuk jera jadi pencoleng, penilep, pengentit, pengutil uang rakyat.

Coba simak berita Jawa Pos, Kamis 11 Desember 2008 berikut ini:

Dari gambar terekam jelas deretan Bupati/Walikota/Mantan BUpati/Walikota di Jawa Timur yang terseret kasus korupsi dengan status terakhirnya (kecuali Mantan Bupati Nganjuk yang bebas). Mereka adalah contoh pejabat-pejabat koruptor, tidak amanah, pengemplang uang rakyat. Jabatan mereka dapat rata-rata sebelum adanya KPK.

Apakah berita Jawa Pos tersebut kemudian sedikit bisa menjawab pertanyaan di atas; apakah para caleg itu ‘kemrungsung’ menjual diri hanya ingin dapat antrian dari penangkapan KPK selanjutnya?
Wallahu’alam. Baca lebih lanjut

Iklan

Januari 12, 2009 Posted by | Sosial-Politik | | Tinggalkan komentar