*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#068: Lahirnya Kota Jakarta, Awal Kolonialisme atas Nusantara

Dari Padepokan Tebet, terus ke Mampang Prapatan, Warung Buncit, Kebon Sirih, Cililitan, Kalibata, Matraman, Kramat Raya, Ciganjur, dan begitu seterusnya. Ngeluyur, memutari ibukota Jakarta, aku tak ada bosannya. Mungkin, aku ini makhluk yang tak pernah sadar, bahwa, bumi yang kuinjak ini penuh dengan lintasan sejarah. Bahwa, jalan yang selama ini kulewati pernah menjadi saksi bisu catatan sejarah masa lalu.

Nama Warung Buncit, sebagai pertanda menyisakan cerita adanya seorang Cina berperut buncit yang buka warung kelontong di sebuah jalan jaman dulu, yang kini bernama Jl. Mampang Prapatan dan diteruskan ke selatan dengan nama jalan Warung Jati Barat.

Kebon Sirih, dan nama-nama daerah yang berawalan “kebon” menandakan kalau Jakarta ini dulunya ladang luas yang subur. Ada Kebon Bawang, Kebon Kacang, Kebon Jahe, Kebon Sirih, Kebon Jeruk, Kebon Jati, Kebon Jambu, Kebon Kosong, Kebon Manggis, Kebon Mawar, Kebon Melati, Kebon Pala, Kebon Pedati, Kebon Sayur, Kebon Sereh, Kebon Nanas, Kebon Nangka, Kebon Pisang, Kebon Mangga, Kebon Kelapa, Kebon Baru, dan sebagainya. Baca lebih lanjut

Iklan

November 8, 2006 Posted by | Sejarah & Peradaban | , , , | Tinggalkan komentar