*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#071: Masih Belum Menyerah

Paijo dibuat pusing. Raden Ayu Jumilah masih belum juga mau menyerah. Ia terus mendesak agar hubungan mereka kembali bisa terajut indah seperti yang dulu kala.

“Ada satu hal yang sebenarnya saya malu untuk menyampaikan, tapi saya ingin jujur: saya belum bisa melupakan pengalaman-pengalaman indah yang pernah ada di antara kita. Gila!”, tulis Ayu dalam e-mailnya. Sebuah bentuk kejujuran dari perasaan seorang perempuan.

Hati Paijo kontan luluh. Ia hanya bisa terdiam. Lidahnya terasa keluh. Jemarinya serasa kaku. Tak ada lagi gerakan jari-jemari yang lincah di atas keyboard. Ia menghela napas dalam-dalam. Istighfar. Hanya bisa terpaku di depan monitor dengan jemari yang tertekuk lemas. Tak ada daya.

Paijo lalu mengangkat kedua tangan. Kedua jari-jemari telapak tangan itu ia eratkan satu sama lain dengan posisi sikunya masih di atas meja. Ia menunduk, membenamkan mukanya di punggung jemari yang saling merapat itu. ‘Hm, kenapa bisa begini?’, guman Paijo. Baca lebih lanjut

Iklan

November 13, 2006 Posted by | Other | , , | Tinggalkan komentar