*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#073: Jiwa yang Lusuh

Gelap mulai merayap. Ia terus berjalan, sore itu, menyusuri jalanan trotoar, pulang menuju rumah kontrakannya. Begitu sampai, ia lalu benamkan pikirannya dalam tumpukan bibliografinya. Terlalu banyak ide bagi Chekov untuk menuangkan semua pernik-pernik hidup ini dalam satu dekapan otaknya. Bila dituruti, sehari bisa banyak ide yang keluar dari sel-sel otaknya. Tapi, ada kesibukan lain yang tak bisa berkompromi untuk mengaktualisasikan segala inspirasi itu. Karenanya, terkadang ia terlalu lelah dalam balutan ide dan gagasan besarnya.

Jam kerja kantor telah usai sudah. Angka menunjuk 17:00, ruangan kantor telah sepi. Chekov sudah keluar ruangan sebelum jam 16:00 tadi. Baginya, adalah sebuah pembunuhan usia duduk di kantor tanpa aktivitas pengembangan diri. Sangat tidak berguna. Apalagi, mekanisme manajemen kantornya tak seprofesional yang ia harapkan. Ia menyadari penuh, kantornya saat ini hanyalah sebuah tempat singgah untuk menyambung hidup. Tak lebih dari itu. Itu terpancar dari style Chekov yang cenderung bebas-anti aturan dan tidak mau terjebak pada hal-hal yang membelenggu. Baca lebih lanjut

Iklan

November 15, 2006 Posted by | Ideologi Sikap Otak, Sastra | , | Tinggalkan komentar