*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#032: Duh, Gusti….?!

Padepokan Tebet, dini hari, 2:25
Kuterbangun! Dua jam yang lalu, tampaknya aku terlelap dalam balutan kelelahan. Benar-benar lelah. Dan ketika kini terbangun, masih kupikirkan, “Kenapa aku bisa lelah?”Aku tak punya kuasa untuk menjawab, atau bahkan menjelaskannya. Sedih. Kumenangis: ekspresi pasivisme, suatu bentuk penyerahan diriku secara total kepada-Nya.
“Karena ini sudah bukan lagi kehendakku,” batinku merintih. Sedih……….

#
Tiga jam sebelumnya. Awan relatif pekat, tapi tak berarak. Bulan dengan setengah wajah begitu angkuh mempermainkan sinarnya, mengiringi setiap perjalananku malam ini. Dengan penuh muram, ia berikan sinarnya. Ke setiap sudut gedung-gedung yang menjulang tinggi, yang berada di kiri-kanan di sepanjang jalan yang kulalui. Tapi, malam ini ia tak menunjukkan wajah yang berseri seperti biasanya, yang sering ia tunjukkan kepadaku, yang kemudian kusambut dengan ritual bulanan ataupun tulisan –yang berseri pula. Baca lebih lanjut

Iklan

Oktober 16, 2006 Posted by | Sastra | , | Tinggalkan komentar