*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#120: Bermain Dengan Hati dan Otak

Final AFF Suzuki 2008 yang dulu dikenal sebagai turnamen “Piala Tiger” menampilkan juara baru. Timnas sepakbola Vietnam di luar dugaan menggilas juara bertahan Singapura di semifinal, dan berhasil melakukan revans dengan menaklukkan kandidat terkuat Thailand di partai final.

Apa Vietnam lebih baik dari Thailand? Tidak. Vietnam pun tidak lebih baik dari Singapura. Juga tidak lebih baik dari Indonesia. Serangan Vietnam sangat monoton, sering salah umpan dan mudah dipatahkan. Tapi, mereka bermain dengan otak dan hati.  Singapura dan Thailand yang menekan habis-habisan di sepanjang 90 menit pertandingan, tapi pertahanan Vietnam begitu lugas mengantisipasinya. Man to man marking timnas Vietnam sungguh efektif membuat striker Singapura dan Thailand menjadi frustasi. Dan ketika serangan lawan bisa dipatahkan, dengan cepat Vietnam melakukan serangan balik yang mematikan.

Vietnam fisik sangat bagus. Solid, kompak dalam bertahan dan menyerang. Tidak seperti Indonesia. Kalau sudah ketinggalan (dengan gol cepat) sudah pasrah, dunia seperti kiamat. Seperti sudah pasti kalah. Atau sebaliknya, kalau dalam posisi unggul menjadi jumawah. Santai, bertahan, terus jadi kalah (kasus ketika melawan Thailand).

***
Sesungguhnya pemain kita cerdas. Seperti ungkapan salah seorang pemain sepakbola terkenal ketika tim klub sepakbola Italia bertandang ke Indonesia di tahun 90-an, mereka bilang: “Pemain Indonesia itu punya kecepatan. Mereka punya bakat skill bagus. Tapi sayang, kurang cerdas”. Baca lebih lanjut

Januari 12, 2009 Posted by | Olahraga | , | Tinggalkan komentar

#097: Orang Kota, Orang Kampung, dan “Kampungan”: “Norax Culture” [1]

Rombongan bus yang mengangkut Aremania tertahan lama di Senayan, Sabtu malam, 19 Nopember 2005. Bahkan, beberapa bus pendukung tim Arema itu sempat dilempari oleh Jakmania -suporter Persija, yang kecewa karena timnya kalah 3-4 dalam partai Final Copa Djie Sam Soe 2005 sore itu. Padahal, hubungan kedua suporter selama ini berjalan cukup baik. Di babak penyisihan, kedua suporter saling menerima dan menyambut hangat bila tim mereka bertandang ke kandang lawan. Jika main di Lebak Bulus-Jakarta Selatan, Jakmania menyambut mesra Aremania. Begitu sebaliknya, bila bertanding di stadion Kanjuruhan-Malang, ganti Aremania yang menyambut hangat Jakmania. Tak ada bentrokan. Kedua suporter dikenal sangat akur. Damai!

Tapi tidak dengan Sabtu kemarin. Pendukung Persija mengamuk pasca Persija kalah melawan Arema. Luapan emosi mereka dilampiaskan dengan merusak fasilitas umum di sekitar Senayan. Termasuk lampu-lampu di kawasan komplek olahraga itu. Aksi brutal mereka juga dilakukan dengan melempari polisi dengan batu. Baca lebih lanjut

Desember 19, 2006 Posted by | Ideologi Sikap Otak, Olahraga | Tinggalkan komentar

#017: “Perang Batin” dalam Partai Final*

Menyaksikan secara langsung kemenangan tim putra Jakarta Phinisi atas Surabaya Flame, 3-2, dalam partai final ProLiga 2003 [20/4], memang cukup menyesakkan dada, mengingat penulis sangat menjagokan Flame bisa menjadi juara ProLiga tahun ini. Paling tidak, itu untuk mengobati kekalahan mereka tahun lalu ketika peluangnya dikandaskan oleh Bandung Tectona, 2-3 di partai final, juga melalui proses kekalahan yang memilukan –setelah lebih dulu unggul 2-0.

Lebih menyesakkan lagi, kekalahan Flame atas Phinisi dalam final kali ini terjadi, setelah Flame terlebih dulu unggul 14-12 di set ke-5, yang akhirnya harus menyerah 17-19. Tapi, meskipun Flame kalah, penulis lumayan bisa terhibur, karena kunci di balik sukses Phinisi meraih juara ProLiga tahun ini, tak bisa dilepaskan dari peran sentral dan sosok sang tosser, LoudryMaspaitella.

Tosser kawakan yang kini berusia 34 tahun itu, merupakan idola penulis sejak SMP, ketika masih terobsesi untuk bergabung dengan klub Petrokimia Gresik. Loudry, adalah fenomena bagi masyarakat Jawa Timur dan dunia bola voli nasional di era akhir 80-an dan 90-an. Bersama Syamsul Jaiz [pelatih BandungArt-deco sekarang, juara ProLiga tahun ini], Jalu Sudiro, Dennis Taroreh dll, mereka adalah pilar-pilar utama tim Petro, tim PON Jawa Timur dan jugatim nasional. Bersama timnas, Loudry mampu merebut medali emas bola voli SeaGames 1997 di Jakarta, setelah di final mampu menumbangkan Thailand. Baca lebih lanjut

Oktober 12, 2006 Posted by | Olahraga | , | 1 Komentar

#016: Pendatang Baru, Juara Baru*

Tim debutan baru, Bandung Art-deco sepertinya tidak punya lawan. Dalam 10 pertandingan di babak penyisihan, mereka hanya mengalami satu kali kekalahan dari Gresik Phonska. Di pertandingan final kemarin, bertemu dengan Phonska, pertandingan berjalan kurang menarik.

Permainan berjalan kurang seimbang. Skor telak akhirnya untuk Art-deco, 3-0. Publik memang sudah menduga, the real-final di bagian putri sebenarnya sudah terjadi di semifinal Jum’at[18/4] lalu, ketika Artdeco menumbangkan juara tahun lalu, Jakarta Monas dengan skor 3-1.

Kemenangan Li Wen dkk atas Sentya dkk ini sekaligus menunjukkan bahwa kemenangan Phonska atas Art-deco ketika bertanding di depan publik Gresik pada putaran pertama lalu, patut dipertanyakan kembali.

Dari sisi skill, pemain-pemain Phonska lebih merata. Spike-spike yang dilancarkan juga cukup tajam. Sentya Angelita, Purwitasari, Maya dan Santi dikenal punya spike yang bagus. Namun sayang, faktor mental dan antisipasi setiap serangan dari Art-deco yang selalu bertumpu pada Li Wen dan He Shan kurang dipahami. Ini beda dengan Jakarta Monas, yang sedikit banyak mampu membuat frustasi Li Wen dkk di pertandingan semifinal, karena spike-spike mereka mampu diblok oleh Siti Nurjanah dkk. Paling tidak, hal itu bisa dilihat di set-1, ketika Monas mampu mencuri set dalam pertandingan tersebut. Baca lebih lanjut

Oktober 12, 2006 Posted by | Olahraga | , , | Tinggalkan komentar