*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#161: Prospektus Ikatan Alumni Wikusama

SMK Telkom Malang berdiri di tahun 1992. Artinya, hingga kini sudah 18 angkatan. Lulusan terakhir angkatan 15. Jika satu angkatan meluluskan 120 orang, maka hingga kini alumni Wikusama bisa mencapai 1800 orang. Tentu ini hitungan kasar, bisa lebih dari itu.

Asumsi jika 30% hingga 40% alumni tinggal di Jakarta dan sekitarnya, maka ada 600-720 alumni di sini. Bekerja di berbagai perusahaan; telekomunikasi, konsultan IT, software/aplikasi, agro bisnis, marketing bisnis, dan lain-lain. Selebihnya, tersebar di berbagai penjuru Nusantara (Medan, Batam, Bandung, Semarang, Yogya, Surabaya, Jember, Probolinggo, Kediri, Madiun, Bali, Mataram, Kalimantan, Pare-pare, Makasar, dan sebagainya).

Memang, belum ada catatan secara resmi di IAW; berapa alumni yang sudah jadi General Manager (GM)? Berapa jumlah Manager, berapa jumlah Supervisor/Asisten Manager, atau bahkan menjadi owner, Director, Komisaris dari perusahaan yang dikembangkan sendiri. Jika dihitung, tentu jumlahnya sangat signifikan untuk bisa berbuat sesuatu. Semua itu jika digali dan dikembangkan tentu akan menjadi potensi yang luar biasa buat alumni.

Di PT Bakrie Telecom (BTEL) saja, ada 1 GM, 2 Manager, 2 calon Manager, dan 5 Supervisor. Dengan posisi-posisi penting itu, maka berpotensi menarik/mengajak para lulusan anggota IAW lainnya untuk masuk menjadi karyawan BTEL. Hingga kini, ada 30 anggota IAW menjadi karyawan BTEL. Belum jika bicara di Telkomsel, Telkom, XL, Indosat, EDI, dan sebagainya. Tentu lebih banyak!

Bayangan saya sebelumnya, jika Institut Teknologi Bandung (ITB) mengenal ITB-Connection, kemudian ada ITS-connection, UI-connection, UGM-connection, maka sudah waktunya kita buat IAW-connection. Dan bukankah sudah terbukti? Tidak perlu minder, kita adalah lulusan terbaik di bidang IT dan cukup diakui. Tinggal bagaimana ke depan kita bisa bersinergi satu sama lain, menatap masa depan yang lebih cerah. Baca lebih lanjut

Iklan

November 17, 2009 Posted by | Alumni | , , | 2 Komentar

#160: Bersilaturahmi, Bersinergi demi Masa Depan

Lima hari lagi tepatnya Minggu, 22 November 2009, Ikatan Alumni SMK Telkom Malang (IAW = Ikatan Alumni Wikusama) akan memiliki pengurus baru. Tidak terasa, enam tahun sudah saya ”mengabdi” pada alumni sekolah yang terletak di Sawojajar, Malang ini.

Dari semenjak masih bujangan, kemudian menikah, punya anak satu, hingga kini memiliki 2 anak. Secara perhatian tetap, tapi secara waktu luang begitu susah untuk bisa seperti dulu lagi. Maka, sudah saatnya sekarang yang muda untuk tampil. Jika dulu saya sebagai yang di depan, maka sekarang cukup memberikan semangat kepada para penerus. Memberikan nasehat dan saran serta dukungan moral dan material kepada generasi penerus; penggiat alumni.

Temu Alumni Akbar ini merupakan reuni 3 tahunan bagi para lulusan SMK Telkom Malang yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya, sekaligus memilih pengurus baru IAW.  Reuni akbar sekaligus tonggak berdirinya IAW tahun 2003 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) anjungan Sulawesi Tenggara dihadiri sekitar 150 alumni, sementara Reuni Akbar tahun 2006 di Bumi Perkemahan Ragunan dihadiri sekitar 300 alumni, maka sangat mungkin jumlah alumni yang bekerja di Jakarta saat ini mencapai sekitar 500-an orang lebih.

Sebagai kandidat Ketua/Sekjen untuk pengurus IAW tiga tahun ke depan adalah kombinasi angkatan-angkatan muda; yakni angkatan ke-7 dengan 10. Ada Doddy Ali Wijaya berpasangan dengan Perdana Rizky dan Andry Febriyanto berpasangan dengan Bayu Indriarko.

Dalam obrolan santai tapi serius kemarin, saya mendapatkan komitmen dari seorang teman alumni yang sudah sukses berkarier di perusahaan swasta sebagai bagian dari middle of management sekaligus berwira usaha secara mandiri. Beliau siap mengucurkan dana 10 – 20 juta buat pengurus IAW yang baru asalkan memiliki visi dan misi ke depan yang lebih bermanfaat buat alumni.

Tentu, niat baik ini patut diacungi jempol. Di kala kebanyakan orang merasa dirinya sangat sukses, sangat sulit ditemukan orang yang memiliki kepedulian terhadap alumninya. Mudah-mudahan niat baik ini menjadi contoh, pelecut bagi alumni-alumni lain yang telah sukses untuk ikut memikirkan nasib alumninya. Baca lebih lanjut

November 17, 2009 Posted by | Alumni | , | Tinggalkan komentar

Negeri Para Bedebah

Oleh: Adhie M. Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan.

Source:
http://jakartatoday.tumblr.com/post/230443828/negeri-para-bedebah-by-adhie-massardi

November 11, 2009 Posted by | Ideologi Sikap Otak | Tinggalkan komentar

Peristiwa 10 November Buah dari Resolusi Jihad NU

hari pahlawanSelasa, 10 November 2009 11:17

Bogor, NU Online
Peristiwa bersejarah  heroisme arek-arek Surabaya dan santri dari berbagai pesantren di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat pada 10 November 1945 merupakan buah alias dampak dari dikeluarkannya ‘resolusi jihad’ atau seruan perang yang dicetuskan ulama-ulama Nahdlatul Ulama (NU).

Demikian dikemukakan oleh Rektor Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi, Jawa Barat, Dr Nandang Najmulmunir, MS kepada NU Online di Bogor, Selasa (10/11).

Menurut Nandang Najmulmunir, peristiwa 10 November sangat bersejarah bagi RI, karena momen tersebut menjadi titik balik perjuangan bangsa Indonesia dalam memukul mundur tentara sekutu yang ingin menduduki kembali wilayah kedaulatan NKRI yang pada saat itu masih “seumur jagung.”

“Peristiwa 10 November terjadi berkat adanya keputusan resolusi jihad yang dikeluarkan NU. Peristiwa tersebut merupakan dampak langsung dari dikeluarkannya keputusan ulama NU,” papar pria yang menamatkan studi S1 – S3 di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Lebih lanjut Nandang mengemukakan, resolusi jihad dikeluarkan ulama NU pada 22 Oktober 1945. Keputusan tersebut ditempuh setelah ulama-ulama dan konsul NU dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Surabaya untuk menyikapi situasi politik terkait dengan masuknya kembali penjajah ke Indonesia yang baru merdeka. Baca lebih lanjut

November 10, 2009 Posted by | Islam & NU | , , , | Tinggalkan komentar