*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#153: Pesta Buku Jakarta 2009

jbfIni adalah moment terpenting yang selalu saya nantikan tiap tahunnya, selain pertandingan final voli Proliga di Senayan. Lokasinya sama, Istora Senayan Jakarta. Budget selalu saya siapkan untuk acara istimewa ini. Jika Proliga hanya butuh budget 100 ribu, Pesta Buku Jakarta (Jakarta Book Fair/JBF) yang biasanya diselenggarakan setiap liburan anak sekolah (Juni/Juli) ini butuh budget yang lebih.

Jika tahun lalu habis 400 ribu. Kali ini, budget bisa jebol hingga 800 ribu. Budget yang sudah disiapkan dari rumah, demi melihat buku-buku yang bagus, ngiler juga akhirnya. Untung ada ATM Mobile BNI di depan Istora –sebuah terobosan yang cerdas, BNI!!

jbf2Soal budget, di luar dugaan memang, tapi puas banget. Buku-buku sekarang memang semakin bagus kualitas dan mutunya. Kapan lagi bisa beli buku dengan diskon 10%-30% jika tidak ketika pameran seperti ini. Bayangkan saja, harga 50 ribu bisa jadi 34 ribu. Ada selisih 16 ribu yang bisa kita belikan satu buku terbitan LKiS misalnya yang murah-murah itu.

Kali ini, diriku saja dapat 25 buku. Pambayun 8 buku, mamanya dan tantenya Pambayun masing-masing 5 buku. Stand LKiS, Diva Pers, Mizan, dan Komunitas Bambu menjadi incaran utamaku. Penerbit-penerbit favorit itulah yang selama ini sangat cocok dengan selera bacaku. Sejarah!!! Panembahan Senopati”, “Raden Wijaya”, “Perang Bubat”, “Trunojoyo dan Prabu Siliwangi menambah koleksi ratusan buku yang teronggok berantakan di tiga rak lemari

Puas banget. Apa yang selama ini aku tahan setahun akhirnya kesampaian juga. Buku-buku sejarah karya Professor Slamet Mulyana akhirnya bisa kudapatkan juga. Ada “Sriwijaya”, “Negara Kertagama” dan “Menuju Puncak Kemegahan” yang bercerita tentang sejarah Kerajaan Majapahit.

jbf3Lalu ada buku-buku berbasis pesantren seperti: Fajar Kebangunan Ulama”: Biografi KH. Hasyim Asy’arie, Tiga Kiai Khos dari Banyuwangi, Abuya Dimyathi kiai dari Banten, Mbah Ma’shum Lasem”, “Idham Chalid”: mantan politisi NU, “Gus Dur Yang Saya Kenal karya Muhaimin Iskandar, Syaikh Brangjang Abang”, “Ghulam Ahmadkiai Ahmadiyah, Sayyid Ulama Hijaz tentang Syekh Nawawi al-Bantani, KH Badri Masdhuqi dan juga buku-buku Islam lainnya seperti “Islam Jawa”, “Pembaharuan Pesantren”, “Nahdlatut Tujjar”, dan M Natsir: Dakwah dan Pemikirannya”.

Puas habis! Pambayun senang dengan delapan bukunya; apalagi kalau bukan tentang Princess?! Tantenya juga ambil buku novel. Kalau mamanya AyuNara lebih ke tema anak-anak.

Demikianlah update JBF tahun ini.
Capek sih, tapi sangat menyenangkan!!!

© aGusJohn,
Wisma Bakrie, 6 Juli 2009

Iklan

Juli 6, 2009 - Posted by | Other | ,

1 Komentar »

  1. Betul banget nih Gus..klo dah dateng ke event2 book fair kayak gini maunya beli banyak buku, padahal pas belinya mah liat kondisi dompet dulu 🙂

    Dulu saya sempet menjalankan 1 bulan minimal membeli 1 buku…tapi sekarang ga berjalan (sudah banyak alokasi pengeluaran)

    Komentar oleh Rifqi | November 10, 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: