*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#141: Sejarah Kerajaan Klungkung

wayan1-3 Mei ada acara kantor yang mengharuskan saya pergi ke Bali. Melakukan liputan terhadap Seniman Tua Bali. Kebetulan, saya dapat jatah seniman tua dari Kabupaten Klungkung. Namanya, I Wayan Tembau Kariasa. Tempat tinggalnya di Banjar Kacang Dawe, Desa Kamasan, Klungkung.

Wajahnya sudah keriput. Umurnya 65 tahun. Tapi semangatnya tetap menyala jika diminta menceritakan kesenian yang ditekuninya. Pak Wayan, seniman Drama Gong dari daerah Klungkung. Dia sudah mengabdikan dirinya di seni drama sejak tahun 1967. Dan kini, dia sudah pensiun. Berhenti total dari kesenian yang digelutinya. Tidak ada sanggar, rumahnya pun sempit. Seiring dengan meriahnya TV swasta dan acara hiburan, seni drama gong mulai redup. Kaderisasi perlu dipertanyakan, apalagi Pak Wayan tak punya sanggar. Di manakah peran Pemda Bali dalam hal ini?

***
p50201541Sehabis interview, motret Pak Wayan, saya mampir ke Istana Kerajaan Klungkung. Lokasinya di barat laut rumah Pak Wayan. Jaraknya sekitar 2km.

Masuk ke area istana, tamu harus memakai kain sarung.  Kita langsung menuju ke Museum melewati Bale Sang Rajadi sisi timur -tempat bagi Raja untuk menyaksikan proses pengadilan. Lalu lewat Balekambang di sisi selatan; tempat untuk pengadilan bagi yang salah, kemudian melwati tanah lapang yang cukup luas menuju museum yang berada di sisi barat. Di sisi utara berdiri pura yang megah.

Lokasi museum Klungkung berada di tengah kota. Tepatnya di selatan kantor Bupati Klungkung. Di sebelah barat museum terdapat alun-alun dan pendopo kabupaten yang cukup besar. Baca lebih lanjut

Iklan

Mei 5, 2009 Posted by | Sejarah & Peradaban | , , | 1 Komentar