*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

Bakrie Telecom Calon Raksasa Baru?

KORAN TEMPO, JUMAT 21 SEPTEMBER 2007
Hal : 45
Ditulis Oleh : AW SUBARKAH

Belum lama ini, PT Bakrie Telecom Tbk, perusahaan penyelenggara telekomunikasi nirkabel tetap, meluncurkan telepon seluler paling murah dengan harga kurang dari Rp 200.000. Awal pekan ini juga, perusahaan ini memenangi tender sambungan langsung internasional, sebuah agenda besar baru yang tentu tidak sekedar mencari peluang di harga layanan paling murah.

Sebuah agenda besar bagi operator yang mungkin selama ini “paling tidak dilihat” karena wilayah operasi PT Bakrie Telecom Tbk (BTel) yang sempit, hanya kawasan Jawa Barat lama yang sekarang dibagi menjadi Banten, DKI, dan Jabar. Namun, sekarang tiba-tiba diandalkan banyak pihak untuk bisa menyaingi dua penyelenggara sambungan langsung internasional (SLI), yang notabene juga raksasa telekomunikasi Indonesia, yaitu PT Telkom dan Indosat.

Tantangan besar yang ada di pundak operator milik keluarga Bakrie ini sangat besar, termasuk menjadi tumpuan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan layanan internet murah. Ini juga merupakan gagasan pemerintah, yang direalisasikan melalui konsorsium swasta dengan membangun jaringan backbone Palapa Ring timur dan barat.

Operator yang dikenal dengan produk layanan Esia ini memang sedang menggeliat dengan membuka layanan keluar kawasan Jabar itu, ke timur sampai Surabaya dan ke barat Medan. BTel harus membangun infrastruktur telekomunikasi modern dan tidak boleh menggunakan infrastruktur telekomunikasi modern dan tidka boleh menggunakan infrastruktur yang sudah dibangun Telkom dan Indosat.

Dalam komitmen awal ketika melamar sebagai peserta tender SLI, BTel telah merencanakan pembangunan dalam lima tahun pertama. Pihak BTel bahkan menyanggupi akan mewujudkan pembangunan jaringan internasional selama tiga tahun sejak izin prinsip diterbitkan oleh pemerintah.

Kami tentu menyambut gembira gembira diberikannya kepercayaan tersebut. Namun, kami pun sadar bahwa kepercayaan ini merupakan amanah yang harus segera diwujudkan. Bagi BTel, lisensi ini bukan sekedar mendapatkan akses international, tetapi juga merupakan bentuk perwujudan terhadap komitmen kami untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. Dalam hal ini tentu saja berupa layanan telekomunikasi yang terjangkau dan berkualitas,” papar Anindya N Bakrie, Direktur Utama PT Bakrie Telecom di Jakarta seusai pengumuman tender SLI.

BTel ditetapkan sebagai pemenang seleksi penyelenggaraan jaringan tetap SLI pada 14 September dan secara resmi diumumkan pada Senin (17/9) dengan mengalahkan PT Excelcomindo Pratama Tbk dan PT Natrindo Telepon Seluler. Sekalipun tim seleksi masih membuka kesempatan kepada para peserta seleksi yang tidak merasa puas dengan hasil untuk menggunakan masa sanggah sampai dengan Jumat, 21 September.

Semula peserta seleksi yang mengikuti pendaftaran dan pengambilan dokumen seleksi pada 29 Juni lalu adalah PT Bakrie telecom, PT Excelcomindo Pratama (XL), PT Mobile-8 Telecom, dan PT Natrindo Telepon Seluler. Namun, pada tahap berikutnya, peserta yang menyampaikan jawaban dokumen seleksi pada 23 Agustus tinggal tiga peserta, di mana Mobile-8 tidak menyampaikan jawaban, tetapi surat pengunduran diri dari keikutsertaan seleksi.

“ PT Indosat dan Telkom dinilai tak melakukan kompetisi yang sesungguhnya karena kepemilikan saham silang pada keduanya.

Tender ini dibuat untuk menciptakan persaingan yang sesungguhnya. Untuk itu, ada syarat khusus bagi peserta, yaitu perusahaan yang tidak memiliki hubungan dengan penyelenggaraan SLI sebelumnya. PT Indosat dan Telkom dinilai tidak melakukan kompetisi yang sesungguhnya karena adanya kepemilikan saham silang pada keduanya.

Kerja sama

Sementara, mengenai pengembangan jaringan internasionalnya, Anindya sedang mempelajari lebih dalam apakah akan membangun sendiri atau menggandeng mitra lain dalam membentuk konsorsium. “Belum, kami masih melihat mana yang terbaik. Kami sih terbuka saja kalau ada yang mau gabung sepanjang ada komitmen yang jelas terhadap percepatan pembangunan dan mampu memberikan tariff yang terjangkau bagi pelanggan, “ ujar Anindya.

Menyinggung ketersambungan jaringan dengan negara tujuan internasional (Tier-1), Anindya menjelaskan bahwa pihaknya akan mengusahakan tingkat yang paling singkat. Ketersambungan ini penting karena akan berdampak pada efisiensi dan efektivitas penyaluran lalu lintas percakapan telepon internasional.

Bakrie semula berkomitmen membangun jaringan tetap sambungan internasional yang telah disampaikan dokumennya kepada tim seleksi tender SLI. Pembangunan itu terbagi dalam dua rencana, pembangunan lima tahun pertama dan rencana lima tahun kedua. Nilai investasi untuk pembangunan infrastruktur yang disediakan operator layanan telepon tetap nirkabel berteknologi CDMA ini dalam lima tahun pertama adalah sebesar Rp 222,899 miliar.

Dalam lima tahun pertama akan dibangun lima sentral gerbang internasional (SGI), yaitu di Jakarta, Surabaya, Batam, Makasar, dan Medan, sebuah landing point di Batam. Saluran internasional yang dibangun akan melayani kawasan Indonesia bagian barat, yaitu wilayah Jawa, Sumatra, dan Kepulauan Riau melalui SGI Jakarta. Sedangkan SGI Surabaya akan melayani daerah di luar ketiga wilayah tersebut.

Saluran internasional yang dipilih melalui Singapura, koneksi jaringan ke backbone internet Batam-Singapura ini kemudian dihubungkan ke Hongkong. Singapura ke Amerika Serikat, dan Hongkong ke Amerika Serikat. Koneksi ke jaringan backbone internet Tier-1 di Amerika baik tingkat keterhubungan level 2 dan level 3 akan bekerja sama dengan Verizon, sebuah perusahaan pemilik cable landing station (CLS) di Singapura.

Saat ini sebuah konsorsium serat optik laut internasional Asia-Amerika Gateway (AAG) sedang membangun jaringan dari Singapura, Malaysia, Hongkong, langsung ke Amerika Serikat melalui Guam. Masih belum jelas apakah Bakrie akan memanfaatkan jaringan yang diperkirakan sudah mulai beroperasi mulai tahun 2008.

Pada tahap kedua pembangunan lima tahunnya adalah landing point di kota Kupang dengan rute jaringan internasional mwnuju kota Darwin, Australia. Rencana kedua ini dilakukan dengan asumsi jaringan backbone Palapa Ring timur yang dibangun oleh sebuah sebuah konsorsium dalam negeri telah beroperasi. Untuk jaringan ini, Bakrie bekerja sama dengan Telstra Corp, perusahaan pemilik CLS di Australia.

Harapan Bakrie

Sejauh ini Bakrie Telecom memang telah menempatkan diri sebagai budget operator yang memelopori penurunan tariff percakapan telepon untuk membuka akses lebih besar terhadap layanan telekomunikasi. Anindya berharap lisensi ini akan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memberikan keuntungan lebih pada pelanggan maupun perusahaan.

“Nantinya kami dapat mandiri dalam menggunakan jaringan pihak lain untuk menyalurkan percakapan telepon internasional. Hal ini tentunya akan berdampak pada efisiensi dan peningkatan pendapatan bagi perusahaan. Performance perusahaan akan lebih baik ke depannya,” ujar Anindya.

Dengan lisensi internasional ini diharapkan bisa semakin memperkuat posisinya sebagai operator telekomunikasi nasional. “Kami baru saja membuka layanan di enam kota baru di Jawa dan Sumatra. Sebentar lagi kami pun akan hadir di bagian timur Indonesia, seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Lisensi ini tentunya akan memberikan pilihan dan keseriusan kami mengembangkan layanan telekomunikasi di Indonesia,” tuturnya.

Perusahaan milik kelompok Bakrie ini berkembang dengan visi untuk memberikan layanan telekomunikasi dengan tarif terjangkau. “Saat ini kami mendapatkan kemampuan untuk menawarkan tariff percakapan internasional yang terjangkau sehingga masyarakat Indonesia dapat berhubungan dengan anggota keluarganya atau mendorong kemampuan perusahaan kecil dan menengah bersaing di pasar internasional. Kami yakin komitmen kami untuk membuka akses telekomunikasi yang lebih besar bagi masyarakat akan sejalan dengan langkah pemerintah untuk mempercepat peningkatan teledensitas ini merupakan faktor penting dalam pembangunan ekonomi bangsa,” paparnya.

Iklan

Mei 1, 2009 - Posted by | Esia | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: