*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#140: Pambayun Update..

pambayun1Sudah seminggu ini badanku kurang fit. Masuk angin, kecapekan, batuk, kepala pusing. Minggu (dan bulan) yang melelahkan. Tapi aku paksakan tetap masuk juga. Sabtu-Minggu istirahatkah? Mana mungkin! Di rumah sudah menunggu Nakmas Pambayun dan Narayana Nakmas. Rasa capek pun seperti hilang jika dekat dengan mereka. Seninnya? Balik lemas lagi🙂

Begitulah, anak seperti segalanya, sehingga membuat istri pun sedikit cemburu karena aku lebih dekat ke mereka. Kalau sudah namanya urusan anak, yang lain menyesuaikan. Jadwal pijat Minggu pagi saya tunda sore demi mengantarkan Pambayun mainan mandi bola di Plaza Cibubur. Saya tunggu mereka sambil tidur di ruang tunggu area permainan. Mungkin saking lelahnya, Mamanya anak-anak juga muntah. Keluar keringat dingin, badan gemetar. Kita pun pulang tergesa-gesa.

Sabtu pagi, jadwal potong rambut terpending. Dengan hanya pakai celana kolor -belum mandi, pasti- aku antar Pambayun dan mamanya ambil formulir pendaftaran. Karena hanya menyisakan 3 orang saja, dalam waktu 2 jam, formulir tersebut langsung kita kembalikan dengan segala kelengkapan persyaratannya. Resmi, Pambayun akan masuk TK di bulan Juli mendatang.

Ya, tahun ini Pambayun mau masuk TK A. Umurnya sih 4 tahun sebulan, tapi sudah ingin masuk TK. Baca headline koran, majalah, nama warung-warung, menu makanan menjadi hal yang biasa. Mengaji Iqro’ pun sudah diselesaikannya dalam waktu 10 bulan. Kini dia sudah masuk juz’amma. Soal sekolah, syarat darinya cuman satu; TK-nya harus ada kolam renangnya🙂 Kebetulan dapat TK bagus dengan akreditasi “A” dan masuk dalam salah satu rekomendasi dari sebuah tabloid nasional ibu & anak terkenal sebagai TK terbaik di wilayah Bekasi. Uang masuknya pun setara -atau bahkan lebih mahal- dari biaya sekolah SMAN di Jawa Timur.

Soal pendidikan anak, aku memang tidak  akan main-main. Sebagai rakyat jelata -bukan turunan bangsawan, pengusaha, borju-  keberhasilan anak adalah indikator keberhasilan orang tua. Pambayun & Narayana, harus lebih baik dari Bapak & Ibunya. Ini adalah sebuah bentuk ikhtiar dalam proses perjalanan hidup.
Wallahu’alam bi ash showab.

(c)aGusJohn,
Wisma Bakrie Lt-4, 28 April 2009

April 28, 2009 - Posted by | Family | , ,

2 Komentar »

  1. Soal pendidikan anak, aku memang tidak akan main-main. Sebagai rakyat jelata -bukan turunan bangsawan, pengusaha, borju- keberhasilan anak adalah indikator keberhasilan orang tua. Pambayun & Narayana, harus lebih baik dari Bapak & Ibunya. Ini adalah sebuah bentuk ikhtiar dalam proses perjalanan hidup.
    .

    saya terharu membaca bagian ini.

    Komentar oleh komuter | April 28, 2009

  2. ck..ck..ck..salut ma gusjhon…
    Memang anak segalanya Pak. Do’a ORTU selalu pengen anak-anaknya lebih baik dari mereka.
    jadi inget bpk-ibu dirumah yg memeperlakukan diriku seperti itu…hehehehhe

    Komentar oleh whien | April 29, 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: