*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#125: Kopi Jahe P(e/a)mbayun

Iseng saja campur heran. Baru tahu kalau ada produk lokal khas Kotagede, Yogyakarta; Kopi Jahe Gula Jawa merk “Pembayun”. Kemasan kopi jahe yang berkomposisi: Gula Jawa, gula pasir, kopi, jahe dan tanpa bahan pengawet. Unik, karena namanya sangat mirip dengan nama putri sulungku, (Sekar Ayu Nakmas) Pambayun.

“Pembayun” atau “Pambayun” adalah sebuah nama yang tidak asing bagi orang Yogya. Ia adalah gelar kebangsawanan yang diperuntukkan buat putri pertama raja turunan trah Mataram. Dalam hal ini yang masih menonjol hingga sekarang adalah Kasultanan Ngayogyakarta. Jadi ketika putri sulung Sri Sultan menikah, maka kemudian disebut Putri Pambayun.

Tapi, nama Pambayun sebenarnya sudah ada sejak jaman Kerajaan Demak. Istri Sultan Hadiwijaya (Joko Tingkir, yang kemudian mendirikan Kerajaan Pajang) adalah putri Sultan Trenggono juga disebut Pambayun. Artinya, literatur ini menjelaskan bahwa gelar “Pambayun” bukan berasal dari Mataram, tapi sudah ada sejak dari Kerajaan Demak. Wallahu ‘alam biash showab.

Bedanya nama putriku dengan kemasan kopi ini hanya di unsur “e” dan “a”. Tapi dalam catatan (literatur) sejarah, perbedaan itu hampir punah. Baik “a” ataupun “e” dipahami sebagai sesuatu yang sama dalam melihat sejarah.

*
Adalah Rini Bayu yang bawa oleh-oleh itu. Cewek gaul bagian GCG yang masih berbau-bau pengantin baru itu rupanya habis jalan-jalan dari kampung. Cewek manis turunan ningrat (namanya saja ada Rr.-nya🙂 itulah yang memberiku kejutan itu.

Menyenangkan..

(c)aGusJohn,
Wisma Bakrie, 12Feb2009

Februari 12, 2009 - Posted by | Family | ,

7 Komentar »

  1. jangan lupa kirim juga kopinya ke tempatku pak … biar tak cicipi sekalian …

    – Dendy Surapati –
    http://www.belajar-komputer.com

    Komentar oleh Dendy Surapati | Februari 12, 2009

  2. OK deh, Om..
    entar kalo dapat banyak, tak-kasih 1…..🙂

    Komentar oleh agusjohn | Februari 17, 2009

  3. apa sebenernya makna pambayun itu pak?sebab saya lagi cari2 maknanya ga dapet2,saya terinspirasi sudah sejak lama mau beri nama calon anak pertama saya(insyaallah)dengan nana seperti putri bapak.
    tolong ke email saya y pak

    Komentar oleh gun | April 27, 2009

  4. Pak Gun,
    saya share di sini saja yah, biar juga bisa diambil maknanya oleh semua.
    Pambayun atau Pembayun itu sebenarnya gelar untuk putri “yg pertama” dari anak Raja trah Mataram. Misalnya Pambayun putri Panembahan Senopati yang menjadi istri Ki Ageng Mangir.
    Tapi, ternyata bukan hanya trah Mataram saja. Trah Pajang -Sultan Hadiwijoyo- setahu saya anak perempuannya juga sudah memakai gelar tsb. Bahkan, era Demak -putri Raden Patah- juga sudah. Atau bahkan sangat mungkin tradisi gelar tersebut datang dari Majapahit.

    demikian yg bisa saya jelaskan, Pak Gun.
    Semoga proses kelahiran putri sampeyan berjalan lancar. Amin.
    Terima kasih.

    Komentar oleh agusjohn | April 28, 2009

  5. Dalam bahasa Jawa Pembayun artinya anak pertama kalau bahasa ngokonya “mbarep” (anak mbarep).
    Dalam babad tanah jawi Prabu Brawijaya V mempunyai anak perempuan “Putri Pembayun” yang diperistri oleh Adipati Andayaningrat/Adipati Pengging, yang menurunkan “Mas Karebet/Sultan Hadiwijoyo.

    Komentar oleh Mas Gendon | Juni 15, 2009

  6. ibu Joko Tingkir namanya Rubiyah…

    Komentar oleh agusjohn | Juni 15, 2009

  7. Andayaningrat peputro Kebokenongo dan Kebokanigoro, dari Kebokenongo peputo Mas Karebet, dari Mas Karebet peputro Pangeran Benowo, dari Trah Tingkir ini, telah banyak menyebar seantero Nusantara, Nuwun

    Komentar oleh Mas Gendon | Juli 6, 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: