*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#105: Anugerah Yang Terindah

Ketika usianya masih 10 bulan, dia sudah bisa mengucapkan 120 (kosa) kata lebih, dan berusaha untuk bisa merangkai dua kata dalam satu pengucapan. Kini, usianya sudah “setahun-akan 4 bulan” (16 bulan). Setiap aku pulang kerja dan mencoba meraih koran untuk kubaca, selalu dia mendekat, kemudian mencoba “merusak suasana”.

“Pa-pa ba-ca ko-lan In-jo-Posh”, sambil ia tunjuk-tunjukkan jari telunjuknya di koran Indo Pos yang kubaca.

Tentu saja, koran yang kubaca jadi semburat. Melihat “kenakalan” itu, aku hanya bisa tersenyum memaklumi masa kecilku dulu. Soal “minat baca”, unik memang. Saat ia masih bayi-cenger, ketika menangis, ia akan diam bila didekatkan di rak buku. Dia tersenyum melihat buku yang tebal-tipis, baru dan kusam, berwarna-warni berjejer di rak buku.

Pambayun…

Dia sekarang sudah besar. Bisa diajak bercanda. Sense of humor-nya tinggi. Pintar berkomunikasi. Diajak ngomong apa saja nyambung. Dia tipe “bayi gaul”. Temannya banyak. Satu komplek kenal semua. Kalau sore atau liburan begini, teman-temannya yang TK ataupun SD akan bermain di rumah. Membaca, mewarnai, dan bermain apa saja. Ramai jadinya. Kalau mereka sudah bubar, rumah jadi berantakan. Layaknya rumah baca anak-anak! Hmm…

Nakmas…

Kini, dia sudah bisa ku-keloni untuk kuajak tidur -sebagaimana yang pernah aku inginkan ketika dia masih bayi. Tapi bukannya ia tidur, malah ngajak bicara, cerita atau bercanda. Begitulah bila ia akan tidur dan aku ada di sisinya. Dia tak akan mau tidur. Dia hanya mau tidur dengan mamanya.

Sekar Ayu…

Ia tumbuh begitu cepat. Tak terasa, ia sudah begitu besar. Mengingatkanku, bahwa diriku sudah menjadi seorang bapak (karena terkadang masih merasa sebagai bujangan🙂. Melihat cara komunikasinya, terkadang aku sering lupa memperlakukannya seperti bocah 4 tahunan; mengajaknya bicara terlalu serius. Bila kemudian ingat, “Oh, iya, kamu masih setahun-empat bulan, Nak!”

Sekar Ayu Nakmas Pambayun…

Sewaktu dulu ia masih dalam perut mamanya, sering kuciumi. Hanya satu pintaku pada-Nya, “Ya Tuhan, dia adalah anugerah yang terindah yang kumiliki. Semoga, nur-Mu selalu menyertainya kelak”.

Melihat minatmu itu, selamat datang di dunia baca, Nak!

Pesanggrahan Bumi Ciangsana, 3 Juli 2006
(c) Gus John

Januari 25, 2007 - Posted by | Family | ,

2 Komentar »

  1. Mengko yen wes bisa baca jangan lupa Pambayun baca blog²nya om² dan tante² yah?
    Qiqiqiqi…..

    Wes gede rupanya…

    Komentar oleh Pumz | Januari 30, 2007

  2. OK, Om….

    Komentar oleh @GJ | Januari 30, 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: