*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#089: Menulis Sederhana Saja

Barangkali, dari sekian penulis terkemuka di Indonesia, hanya Emha Ainun Nadjib yang tulisannya sangat sederhana. Tidak ndakik-ndakik seperti tulisan Koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar-Abdalla seperti dalam bukunya, “Membakar Rumah Tuhan”. Atau, lebih banyak catatan kakinya daripada isi tulisannya seperti sang kritikus sistem demokrasi Barat, Ahmad Baso –yang mengurai tentang “kekurangan dan kelemahan” sistem demokrasi Barat bila dilihat dari sudut pandang “Kritik Nalar Melayu”.

Tulisan Cak Nun, tidak juga seperti tulisan Indonesianis asal Barat, seperti De Graaf, Prof. Nakamura, A. Hauken, De Jong, dan lainnya yang begitu rumit untuk dipahami. Cak Nun, tulisannya simple. Dia tak perlu lebih detail mengupas teorinya Samuel P. Huttington, Lance Castle, atau Gertz. Dia cukup menulis apa yang ia lihat, apa yang terjadi di masyarakat.

Cak Nun, tidak pula seperti Prof. Dr. Alwi Shihab (Menko Kesra saat ini) dalam tiga bukunya yang tebal yang membahas tentang Islam-Muhammadiyah, Islam-Tarekat dan Islam-Sufistik, dengan memiliki referensi yang luar biasa berbobot.

Cak Nun, cukup memotret kondisi sosial masyarakat yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Tentang dunia kiai dengan segala perniknya. Tentang elite politik, masalah agama, konflik budaya, persoalan ekonomi, dan sebagainya.

Judul-judul buku seperti “Kiai Sudrun Menggugat”, “Slilit Sang Kiai”, “Anggukan Ritmis Kaki Sang Kiai” (?), dan seabreg judul lainnya menjadi bukti kesederhanaan Cak Nun dalam berkarya. Kondisi sosial masyarakat dipotret Cak Nun dengan telanjang. Dengan bahasa yang lugas, sederhana, dan mudah untuk dicerna oleh kalangan awam sekalipun. Jadi sangatlah wajar, bila kemudian karya Cak Nun mendapatkan tempat di hati masyarakat luas.

**
So, menulis sederhana saja, siapa takut??

Landmark Tower B, 8th Floor; 05-04-’05 (c) Gus John

Iklan

Desember 4, 2006 - Posted by | Other, Seni & Budaya

1 Komentar »

  1. cukup interesting. Apakah Esia pasti akan masuk ke Kalimanan?

    Komentar oleh Roger | Februari 5, 2007


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: