*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#066: Membentuk Ikatan, Meretas Sebuah Harapan

Mengawali, memang terkadang lebih sulit daripada menindaklanjuti. Mendirikan, itu lebih sulit dari melanjutkan. Dan, mengisi kegiatan dari sebuah organisasi (mempertahankan) itu lebih berat daripada hanya membiarkan organisasi itu berdiam diri dan vakum dari segala aktivitas. Begitulah.

Berpikir bahwa begitu berdiri, IAW diharapkan langsung bisa besar sebesar ITB juga terlalu berlebihan. ITB, memiliki jaringan kuat yang cukup dikenal dengan istilah “ITB-connection” itupun setelah melalui proses yang cukup panjang dan melelahkan. Puluhan tahun. Begitupun dengan ITS, UI, UGM, dsb. Jadi, besarnya IAW kelak akan sangat tergantung pada pengurus dan tiap individu sebagai anggota yang ikut andil aktif membesarkan dan mengembangkan ikatan alumni STM Telkom Malang ini.

Kita sudah memasuki beberapa fase:1. fase pendirian IAW, meliputi dua hal penting: Rapat Anggota di TMII, 4 Mei 2003 dan disahkannya IAW sebagai sebuah “Perkumpulan” lewat akta Notaris A. Yani (Jakarta Selatan) dengan No. 21.

2. fase pembentukan pengurus IAW, yang meliputi 5 departemen ;3. fase pendirian PT Wikusama, yang telah disahkan oleh Notaris Sri Ismiatidi Kelapa Gading, Jakarta Timur;4. fase pendirian lembaga-lembaga otonom IAW, yang meliputi: Lembaga Penerbitan Buku (LPB), Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP);5. dan seterusnya.

Saat ini, yang kita perlukan adalah: 1. mengisi fase-fase tersebut dengan kinerja nyata. Menjalankan program kerja IAW, follow up PT, dll dengan penuh konsisten. 2. membuat fase-fase baru untuk langkah konkrit berikutnya; mencari peluang dan kesempatan untuk mengembangkan diri.

IAW punya potensi besar sebesar ITB-connection, ITS-connection, UGM-connection, Unibraw-connection, UI-connection dll. IAW bisa menjadi sebuah wadah yang menyatukan berbagai potensi yang dimiliki anggotanya; IT, seni-budaya, sosial-politik, ekonomi-bisnis, dan sebagainya. Memang tidak bisa dilihat sekarang, tapi nanti!!!

Namun, IAW bisa besar tergantung langkah kita bersama. Tidak harus terpaku pada pengurus semata ataupun ketuanya saja. IAW bisa besar bila kita bersama-sama bersinergi membangun dan menggapai kebesaran itu. Percayalah, mimpi bisa menjadi kenyataan bila kita punya optimisme dalam menjalaninya.

Karena, bagaimana mungkin kita bisa berfikir memiliki sebuah harapan akan sebuah kebesaran bila kita sendiri tak pernah mau mengisi dan rela menjadi martil bagi kebesaran itu sendiri? IAW adalah anak macan. Dan jangan biarkan anak macan mati kelaparan, tak bisa tumbuh berkembang secara normal sebelum waktunya. Jangan biarkan anak macan yang kelak bisa dewasa hanya bisa melahirkan seorang kucing, karena hal itu sangat disayangkan…
Maka, berkembanglah dan besarkanlah IAW….

Padepokan Tebet, 22 Des ’03
(c) GJ

Iklan

November 8, 2006 - Posted by | Alumni | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: