*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#004: Setan Di Antara Diskusi Para Wali

Alkisah, dalam sebuah sidang yang diadakan oleh Wali Songo di Masjid Demak, terjadilah perdebatan sengit antara Sunan Kalijaga versus Sunan Kudus. Padahal, diskusinya berawal dari membahas masalah yang sangat sederhana; bagaimana tindakan yang seharusnya dilakukan oleh para wali melihat mundurnya Kerajaan Majapahit.

Diskusi yang diawali dengan begitu tenang, kemudian menjadi berubah.Bukannya membahas masalah Majapahit, tapi diskusi para wali itu menjadimeruncing tatkala Sunan Kudus menyindir pakaian yang digunakan SunanKalijaga. Menurut Sunan Kudus, pakaian yang dipakai Sunan Kalijaga tidak”Islami”, dan dia juga mengungkit-ungkit soal penggunaan bunga setandan(kemenyan) dalam tradisi Jawa.

Menanggapi pernyataan Sunan Kudus yang tajam seperti itu, Sunan Kalijaga menjawabnya dengan santai. Tak mau kalah, Sunan Kalijaga kemudian menjawab, “Fungsi bunga setandan itu untuk membuat bau yang harum. Agama kita mengajarkan untuk menggunakan bau-bauan yang wangi. Orang Jawa, identik dengan kemenyan. Apa salahnya kalau bunga itu dimanfaatkan agar dapat memperkhusyu’ ibadah?”

“Masalah pakaian yang saya kenakan, bukankah ajaran agama kita lebih mengutamakan menutup aurot daripada terpaku pada formalitas pakaian belaka?”, sindir Sunan Kalijaga dengan santun.

“Lebih baik begini, tapi aurat tertutup,” ujar Sunan Kalijaga kemudian. Sunan Kudus yang merasa pakaiannya terbuka (tersingkap) hingga lutut, kemudian cepat-cepat menutup auratnya yang terbuka itu. Diskusi pun kemudian terbawa ke hawa panas. Suasana sidang diskusi para wali menjadi tegang.

Untunglah dengan bijaksana, Sunan Ampel segera mengingatkan mereka berdua. “Saudara-saudara, setan telah menghinggapi di hati saudara-saudara. Sudahlah dihentikan saja diskusinya”.

Para wali menundukkan kepala.Merekapun kemudian mengucapkan istighfar. Mohon ampun pada Allah.

***
Begitulah. Di manapun, baik di dunia nyata ataupun maya –internet, setan bisa menjamah. Dalam sidang para wali saja bisa, apalagi hanya sekedar level sidang macam politisi di DPR/MPR, di Wikusama dan di berbagai diskusi yang lainnya. Suasana panas, penuh emosi, mudah tersinggung dan sebagainya adalah indikasi bahwa setan ada di antara diskusi kita. Dengan menyebut nama Allah, mari kita berlindung dari-Nya atas segala tipu daya setan, sambil tetap menjaga erat persahabatan.

(c) aGus John al-Lamongany, 21 Jan ’02

Iklan

Oktober 12, 2006 - Posted by | Religi | , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: