*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#0164: Spirit Anti Korupsi : Belajar dari Anak

Jam 18:45 WIB.
Baru sampai di rumah setelah perjalanan dari kantor yang melelahkan dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Kedua putraku menyambutku dengan hangat; Sekar Ayu Nakmas Pambayun dan Narayana Nakmas Syailendra sudah berdiri di depan pintu.

Si Nara, bocah 2,3 tahun yang agak item kulitnya itu paling ekpresif. Dia teriak-teriak “pa-pa…pa-pa”…berulangkali. Sementara Pambayun yang TK B itu hanya senyum-senyum saja.

Habis cium tangan dan pipi mereka, saya bersihkan badan, ambil wudhu siap2 sholat Maghrib. Setelahnya, mandi lalu jadwal makan bersama.

Kata Ayun, “Pa, tahu nggak apa artinya bacaan sebelum makan?”

Sedikit terkejut, saya tanya, “Emang kenapa, Mbak?”

“Besok aku tes, makanya harus hapal. Papa hapal nggak??” tanya Pambayun lagi.

“Apa, coba?” tanyaku selidik.

“Artinya: Ya Allah, berkatilah rejeki yang Engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka”.

Saya hentikan makan sejenak. Merenung tentang arti do’a sebelum makan yang dijelaskan Pambayun. Saya jadi terheran, soal makan saja kenapa harus berlindung dari api neraka? Apa kaitannya? Dan seberapa pentingnya?

Saya jadi teringat ceramah para ustadz, bahwa kita sangat disarankan untuk memberikan makan pada keluarga dan anak-anak kita dari hasil yang halal, karena itu akan membentuk darah-daging mereka. Jika dari barang haram, maka hasilnya akan tidak baik. Sebaliknya, jika dari rejeki yang halal, Insya Allah menjadi berkah!

Hmmm….(otak saya langsung berpikir cepat ke sekitaran rumah)…pantesan saja, banyak anak-anak pejabat, orang-orang kaya, justru terjerembab pada dunia premanisme dan kejahatan. Mencuri, narkoba, mabuk, penjambret, penadah, penipu, pencopet, dll. Mungkin saja karena apa yang dimakan oleh mereka dari rejeki bapaknya yang tidak halal; korupsi, ngutil, ngenthit, kong-kali-kong atau budaya setoran, misalnya.

So, ingat makna “siksa api neraka” !

Tentu ini sesuai dengan semangat anti korupsi yang lagi didengung-dengungkan oleh pemerintah (walaupun belum tentu dikerjakan). Smoga kita terhindar dari korupsi. Berangkat dari keluarga kecil, spiritnya kemudian merembet ke keluarga besar, lalu ke masyarakat, kemudian menjadi spirit nasional; kebangsaan. Spirit anti korupsi.

Dengan tahu maknanya do’a sebelum makan, sebenarnya kita diberikan “warning”, “alert” sebagai penanda/pengingat; agar rejeki yang kita makan buat keluarga kita selalu dari rejeki yang halal.

Terima kasih, anakku.
Kamu telah memberikan pelajaran yang berharga agar papamu selalu terjaga dalam kebaikan dan keberkahan.

Salam,
(c) aGusJohn,
Kuningan, 9 Desember 2010

Desember 9, 2010 Posted by | Family | Tinggalkan komentar

500 HP Esia Gratis untuk Pemberdayaan Masyarakat

”]Jalinan Kemitraan Uber Esia Guna Menciptakan kemandirian Masyarakat Pinggiran Kota


Jakarta, 25 Maret 2010 –  Bakrie Telecom semakin giat dalam mengembangkan  Uber Esia (Usaha Bersama Esia) untuk menciptakan kemandirian di masyarakat pinggiran kota. Upaya ini ditandai dengan diberikannya 500 Hape Esia gratis sebagai donasi PT Huawei Tech Investment kepada masyarakat yang terpilih menjadi VPO (Village Phone Operator) melalui PT RUMA (Rekan Usaha Mikro Anda) di wilayah Tanggerang, Banten. Lembaga ini merupakan social entreprise Indonesia yang ditunjuk oleh Grameen Foundation.

Uber Esia sendiri merupakan program kolaborasi Bakrie Telecom, Grameen Foundation dan Qualcomm Inc yang bertujuan untuk dapat memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat pinggiran dengan  menyediakan sarana telekomunikasi sebagai modal usaha kecil mereka di bidang telekomunikasi. Jenis usaha yang dilakukan adalah wartel dan isi ulang elektronik, dimana masyarakat yang menjalankan usaha tersebut mendapatkan dukungan dan bimbingan dari PT RUMA.

Meskipun Uber Esia memiliki dimensi sosial, namun Bakrie Telecom dan Grameen Foundation tetap membangun suatu model bisnis yang memperhitungkan kelanjutan usaha. Sebuah perubahan paradigma CSR (Corporate Social Responsibility) dengan membangun upaya kemandirian masyarakat melalui upaya peningkatan standar hidup yang berkelanjutan. Diharapkan model bisnis ini menjadi terobosan untuk menciptakan kesempatan usaha bagi masyarakat berpendapatan terbatas namun sekaligus memberikan ruang pertumbuhan bagi perusahaan berupa perluasan segmen pelanggan. Baca lebih lanjut

Maret 31, 2010 Posted by | Esia | , | 1 Komentar

#163: Gus……Dur (catatan#001)

Rabu, 30 Desember 2009. Jam menunjukkan di sekitaran 18:00 WIB. Hujan seperti enggan mengguyur deras. Hanya rintik-rintik. Awan seperti malu-malu menutupi bulan yang bersinar di 3 jam berikutnya; Malam 14-an; terang bulan. Maghrib itu saya masih berkutat dengan Mio tunggangan, di pinggiran jalan dalam Mabes TNI Cilangkap; menyusuri jalan kecil di sepanjang pinggiran area Mabes yang begitu luas.

Tujuan saya satu; menuju sebuah rumah sakit elite di kawasan alternatif Cibubur. Menjemput istri dan anak-anak yang sedang kontrol kesehatan. Dan baru dengar dari obrolan para sopir di tempat parkir rumah sakit itu, bahwa Gus Dur wafat. Sesampai di rumah sudah jam 21:00 WIB.

Tidak ada firasat apa-apa, tapi sehari itu putri tertuaku; Sekar Ayu Nakmas Pambayun merengek-rengek minta diantarkan pulang ke Jombang. Permintaan itu saya anggap biasa saja. Baru sadar, jika hari itu adalah hari yang bersejarah; penting. Gus Dur “pulang” ke Jombang besoknya (Kamis). Dia akan dimakamkan di sana; di Tebuireng, rumah yang dekat dengan rumah paman dan bibi saya di Jombang.

Bayanganku kemudian terngiang tiga tahun yang lalu. Waktu itu, Pambayun bilang, “Mbahkung pulang” diulangi berkali-kali. Pas tengah malam, mertua memang benar-benar dipanggil Tuhan Sang Pencipta Alam.

***
Catatan angka-angka menandakan tanggal, bulan dan tahun tercatat dengan jelas di dahan pintu bagian dalam sebuah kamar tidur di rumah Jombang. Guratan dari spidol itu adalah tulisan tangan almarhum ayah-mertua, sang pengikut Tarekat Naqsyabandiyah.

Aku amati dalam-dalam makna tulisan itu. Ternyata itu adalah “tanggal-tanggal kematian“. Tanggal yang menandakan anggota keluarga besar kita di Jombang meninggal dunia. Kebetulan semua siklusnya 3 tahunan. Tulisan yang terakhir, “1 September 2006” adalah tulisan tangan Ibu mertua ketika ayah-mertua menghadap Sang Khalik. Inilah yang menjadi sebab sejak awal 2009 saya seolah-olah tidak begitu “bersemangat”. “Mimpi” menjadi tumpul. “Negosiasi” kerapkali saya lakukan agar siklus itu tidak menjadi kenyataan/mitos. Baca lebih lanjut

Desember 31, 2009 Posted by | Islam & NU | 2 Komentar

Launching Hape ESIA OnLine Today…(16 Des 2009)

Hape Esia OnLine!
Jadilah yang pertama memilikinya…

Berikut aplikasi resmi di Hape ESIA OnLine yang bisa Anda nikmati:

1. Facebook
Update Status, komen status teman, dan upload foto langsung

2. Yahoo! Messenger
Ngobrol sama teman-teman pake Yahoo! Messenger makin asyik

3. Twitter
Update status kamu tiap saat sambil baca update teman dan seleb favorit kamu

4. Windows Live Messenger
Asyiknya chatting di hape segampang di komputer

5.  E-mail
ngecek email nggak harus pake’ komputer lagi

6. Esia Messenger
Chatting paling hemat ke semua pengguna Hape Esia OnLine di seluruh Indonesia dengan aplikasi Esia Messenger.

7. VivaNews
Berita tersaji seketika setiap saat di hape Esia Anda.

8. My Music
Download ribuan musik asli favorit dan terbaru di Hape Esia OnLine dengan mudah dan kualitas digital.

Baca lebih lanjut

Desember 16, 2009 Posted by | Esia | 7 Komentar

#162: Cermin Diri

Di sebuah kehidupan “Antah Berantah“, ada sebuah cerita yang tragis; ketika seorang yang sangat potensial, akhirnya tersingkir dari pusat kekuasaan. Banyak orang tidak mengira, orang secerdas, sepandai itu bisa terpinggirkan dari lingkungan yang kompetitif dan luar biasa bagusnya. Ironisnya, tidak ada satupun yang mau menolongnya.

Kita boleh melihatnya sebagai sebuah kewajaran, proses rotasi yang lumrah. Sebagai proses pembelajaran. Bagi orang yang “waras”, instropeksi diri adalah hal terpenting dalam menyikapi hal tersebut. Melihat dari bingkai kacamata positif; sebagai cobaan. Ketika satu orang melihat hal tersebut akibat dari kesalahan yang bersangkutan, itu masih wajar. Tapi ketika lebih dari satu orang mengatakan itu hal yang wajar yang harus diterimanya, maka yang bersangkutan seharusnya perlu cermin diri.

Tapi bagi orang yang tidak memiliki “cermin diri” yang bagus, bisanya hanya mengumpat, mencari kesalahan-kejelekan mantan atasan, menebar kebencian, dan tidak senang dengan kemajuan teman. Krasak-krusuk dan bikin onar.
***
Cermin dalam istilah Jawa adalah ‘pengilon‘. Cermin digunakan untuk melihat kerapihan kita sebelum bepergian meninggalkan rumah. Berangkat ke kantor, rapat RT, pergi ke mall, mau pergi arisan dan lain-lain. Sebelum keluar rumah mampir dulu ke cermin. Apakah dandanan kita sudah rapi? Apakah pakaian kita sudah pantas?

Dalam terminologi kehidupan, cermin (diri) bisa diartikan sebagai self-instropection (instropeksi diri), self-correction (koreksi diri), muhasabah; yakni orang yang memiliki kepekaan, mau mendengarkan kritik-saran orang lain. Baca lebih lanjut

Desember 4, 2009 Posted by | Ideologi Sikap Otak | | 3 Komentar

Esia Gayaku, disini Gayaku (Juara III)

Posted by bayu rini on December 2, 2009

Plaza EX hari Kamis, 25 November lalu tampak jauh lebih ramai dari biasanya.. langit mendung, pertanda hujan sebentar lagi akan turun tidak menyurutkan niat orang untuk tetap  menyerbu lokasi. Apa yang terjadi?? Ternyata iklan yang dimuat di beberapa media pada tanggal 24 November 2009 benar-benar menarik perhatian banyak orang, bagaimana tidak? Esia sekali lagi mengguncang pasar dengan peluncuran ESIA GAYAKU FM dengan harga normal 299ribu dan khusus utk tanggal 25 November 2009 harga promo hanya 99rb Rupiah!!!  Dan benar saja, hari itu Plaza EX diserbu banyak orang  yang rela mengantri dari pagi hari!

Tua, Muda, Bapak-bapak, Ibu-ibu dan bahkan anak-anak pun ikut mengantri untuk dapetin HP dengan casing  motif Retro warna warni dan fitur2 yang dilengkapi radio dan facebook ini, bahkan menariknya lagi, dalam masa promo pelanggan dapat menikmati facebookan gratis selama sebulan penuh.

Fitur?? Lengkap,, casing?? Gaya,, harga?? Jangan ditanya,, Esia emang jagonya ngeluarin HP murah meriah… itu alasan utama kenapa orang rela berdesak-desakan menyerbu acara launching Esia Gayaku FM. Sebut saja Tarwi dan Agus, pemuda asal Bekasi itu rela mengantri dari jam 9 pagi dan hingga menjelang pukul 12 siang, antrian belum diatur dengan jelas, malah terjadi sedikit keributan dikarenakan kapasitas EX tidak bisa mengimbangi sekitar 5000an warga yang tidak sabar untuk mendapatkan HP gaya ini. Namun, walaupun antrian sangat padat, mereka bilang akan berjuang terus demi mendapatkan harga promo HP tsb ”sudah terlanjur basah mbak,,  yaudah mandi aja sekalian haha” kelakar Tarwi melihat ramainya acara tsb. Tingginya animo masyarakat ini menggambarkan merk Esia memang sudah terlanjur melekat di hati masyarakat, khususnya di Jakarta dan sekitarnya. Baca lebih lanjut

Desember 3, 2009 Posted by | Esia | 2 Komentar

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.