*~aGusJohn’s Blog~*

Mengalir Bagaikan Air

#137: Sunan Gunung Jati: Sekitar Komplek Makam dan Sekilas Riwayatnya (Res:)

sgj-cover1Judul : Sekitar Komplek Makam Sunan Gunung Jati dan Sekilas Riwayatnya
Penulis :
Hasan Basyari

Penerbit :
Zulfana Cirebon
Tahun : 1989
Tebal : 63 halaman

Syarif Hidayatullah atau yang sering disebut dengan Sunan Gunung Jati merupakan salah satu anggota Wali Songo; penyebar agama Islam di Jawa di era Majapahit akhir. Dia adalah seorang raja (pemimpin rakyat), sekaligus wali (pemimpin spiritual, muballigh, da’i) dan sufi.

Dia adalah Putra dari Maulana Ishaq Syarif Abdillah, penguasa kota Isma’iliyah Arab Saudi –bukan dari Aceh. Dia juga bukan Fatahillah atau Faletehan seperti yang disebut-sebut dalam sebagian catatan sejarah. Faktanya adalah terdapat makam Fatahillah (Ki Bagus Pasai) di sisi makam Sunan Gunung Jati. Lagipula, Sunan Gunung Jati hidup di era Raden Patah, Sultan Demak pertama. Sedangkan Fatahillah datang dari Aceh pada masa pemerintahan Sultan Trenggana, sultan Demak ke-3 setelah Dipati Unus. Repotnya, pembuktian oleh masyarakat umum sangatlah sulit akan keberadaan makam dua tokoh yang berbeda tersebut, karena adanya batasan masyarakat umum tidak diijinkan untuk bisa masuk mencapai pintu ke-9, tapi hanya sampai pintu ke-2 saja. Baca lebih lanjut

April 1, 2009 Posted by | Religi, RESENSI BUKU, Sejarah & Peradaban | , , , , , , , , | 47 Komentar

#134: Siti Jenar Menggugat (Res:)

siti-jenar2Judul : Siti Jenar Menggugat
Penulis : Bambang Marhiyanto
Penerbit : Jawara Surabaya
Cetakan : ke-1, Th. 2000
Tebal : 128 halaman

Legenda Syekh Siti Jenar menjadi kontroversial; apakah figur tersebut benar-benar ada? Dan jika ada, di manakah dia dimakamkan? Apakah ajarannya itu benar ataukah salah? Jika salah, kenapa Wali Songo sampai harus menukar jenazah Syekh Siti Jenar dengan bangkai anjing ketika jenazahnya disemayamkan di Mesjid Demak?

Buku ini adalah satu dari sekian buku yang mengupas khusus tentang tokoh legenda kontroversial dari Cirebon itu. Sejak KH Abdurrahman Wahid menjadi presiden, buku-buku tentang Syekh Siti Jenar memang bagaikan jamur tumbuh di musin hujan. Banyak, dan sangat bervariasi. Khusus untuk buku ini, dalam memaparkan Siti Jenar dibagi dalam 9 bahasan.

***
Syekh Siti Jenar dikenal juga dengan sebutan Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta atau Syekh Lemah Abang. Asal-usul Syekh Siti Jenar sebenarnya adalah Ali Hasan, putra mahkota Raja Cirebon Girang. Karena dia berani melawan ayahnya, maka dia dirubah oleh ayahnya yang seorang pendeta itu sebagai seekor cacing. Oleh ayahnya, cacing itu diletakkan di pinggir sebuah danau (Bab I). Baca lebih lanjut

Maret 19, 2009 Posted by | RESENSI BUKU, Sejarah & Peradaban | , , , , | 17 Komentar

#133: Cikal-Bakal Dinasti Mataram (Res:)

dinasti-mataramJudul: Cikal Bakal Dinasti Mataram
Penerbit: Lembaga Study dan Pengembangan Sosial Budaya
Penulis: Radix Penadi
Cetakan: 1988
Tebal: 48 halaman

Berbicara tentang sejarah Mataram, maka dibagi menjadi dua; Mataram Kuno dan Mataram Baru. Mataram Kuno yakni sejarah Tanah Bagelen. Sementara Mataram Baru, tidak bisa dipisahkan dengan sejarah lahir dan berakhirnya Kerajaan Demak dan Kerajaan Pajang. Mataram Baru adalah Mataram yang sudah tersentuh nilai-nilai Islam. Sedangkan Mataram Kuno hidup di era ajaran Hindu/Budha (Syiwa/Wisnu).

Buku ini memberikan gambaran runtutan sejarah Mataram dari proses memuainya Mataram Kuno hingga munculnya Mataram Baru. Proses evolusi sejarah Mataram ini berawal ketika raja terakhir Mataram Kuno, Mpu Sendok memindahkan pusat pemerintahan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur (Kediri) diakibatkan adanya konflik dan intrik antar keluarga kerajaan. Saling jegal-menjegal, perebutan kekuasaan menjadi hal yang biasa. Perpindahan pusat kekuasaan itu juga dikarenakan terjadinya letusan Gunung Merapi yang menghancurkan keraton dan tempat-tempat suci kerajaan. Juga dikarenakan adanya kekhawatiran dari Mpu Sendok akan bahaya serangan dari Kerajaan Sriwijaya di Palembang, yang notabene juga pelarian dari keluarga istana dalam konflik pertama di Kerajaan Mataram Kuno (era Rakai Pikatan). Baca lebih lanjut

Maret 12, 2009 Posted by | RESENSI BUKU, Sejarah & Peradaban | , , , , , , , , | 11 Komentar

#132: Sunan Geseng: Mubaligh Tanah Bagelen (Res:)

geseng1Judul: Sunan Geseng: Mubaligh Tanah Bagelen
Penerbit: Lembaga Study dan Pengembangan Sosial-Budaya (Purworejo)
Penulis: Radix Penadi
Cetak: 1998
Tebal: 52 halaman

“Clontang-clantung,
wong nderes buntute bumbung,
apa gelem apa ora?

(Clontang-clantung,
orang nderes ekornya bumbung/bambu,
apa mau apa tidak?)

Ini adalah tembangan berbau mantra yang selalu diucapkan oleh Ki Cakrajaya, tukang nderes nira kelapa sebelum memanjat pohon nira (aren). Hasil dari nderesan itu kemudian diolah menjadi gula.

Cakrajaya adalah seorang tukang nderes nira kelapa yang hidup miskin di tengah hutan. Dia tinggal di Desa Bedhug, Tanah Bagelen -saat ini Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo-, berada di bantaran aliran Sungai Watukura/Bagawanta. Karena saking miskinnya, dia juga dipanggil “Ki Petungmlarat”. Meskipun demikian, orang mengenalnya sebagai seorang yang kuat bertirakat/tapa brata, sehingga menjadi luhur budinya dan sakti ilmunya. Karenanya, Ki Cakrajaya di-“tua”-kan di wilayahnya. Baca lebih lanjut

Maret 11, 2009 Posted by | RESENSI BUKU, Sejarah & Peradaban | , , , , | 22 Komentar

#131: Bagelen dan Mataram Kuno (Res:)

bagelenJudul: Bagelen dan Mataram Kuno
Penulis: Radix Penadi
Penerbit: Lembaga Study dan Pengembangan Sosial dan Budaya
Cetakan: 1988
Tebal: 59 Halaman

Bagelen memiliki nilai dan karismatik sebagai sebuah wilayah. Wilayah yang luas -terdapat 20 kecamatan jika dibandingkan dengan kondisi administratif saat ini- dan terletak di Jawa Tengah bagian selatan (tepatnya di Yogyakarta) itu memiliki peranan yang sangat penting dalam sejarah tanah air. Operasi militer, perlawanan terhadap Kompeni, pembangunan candi (Prambanan dan Borobudur) merupakan beberapa bukti pentingnya wilayah tersebut.

Bukti-bukti kebesaran Bagelen tercatat sebagai berikut:
1. di era Majapahit, Raja Hayam Wuruk pernah memerintahkan untuk menyelesaikan pembangunan candi makam dan bangunan para leluhur, menjaga serta merawatnya dengan serius (Negarakertagama);
2. di era Demak, Sunan Kalijaga (anggota Wali Songo) mengunjungi Bagelen dan mengangkat muridnya, Sunan Geseng untuk berdakwah di wilayah Bagelen;
3. di awal Dinasti Mataram, Panembahan Senopati menggalang persahabatan dengan para kenthol (tokoh-tokoh) Bagelen untuk menopang kekuasaannya.
4. ditemukannya bukti-bukti sejarah, seperti Lingga (52 buah), Yoni (13), stupa/Budhis (2), Megalith (22), Guci (4), Arca (38), Lumpang (24), Candi Batu atau berkasnya (8), Umpak Batu (16), Prasasti (3), Batu Bata (8), temuan lain (17), dan Umpak Masjid (20). Baca lebih lanjut

Maret 10, 2009 Posted by | RESENSI BUKU, Sejarah & Peradaban | , , , , | 26 Komentar

#130: Gajah Mada: Pahlawan Nusantara (#01)- Res:

gajah-mada_1Judul: Gajah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara
Penulis : Muhammad Yamin
Penerbit : Balai Pustaka
Tahun : 1993 (Cet. ke-14)
Hal : 113

Gajah Mada menjadi tokoh utama sejarah Kerajaan Majapahit. Timbul-tenggelam, pasang dan surutnya kerajaan besar tersebut hampir tak dapat dipisahkan dari nama tokoh terkenal ini.

Gajah Mada dengan segala wibawanya bercita-cita hendak mempersatukan Nusantara. Cita-cita tersebut diperjuangkannya dengan pengabdian yang sepenuhnya kepada negaranya.Karya Muhammad Yamin (cetakan ke-14) ini membuktikan betapa besar minat pembaca kepada sejarah tokoh legenda ini.

Muhammad Yamin, seorang sejarawan membentangkan secara luas dan terperinci, siapa Gajah Mada, dari mana asalnya, dan apas aja yang telah diperjuangkan olehnya semasa hidupnya. Kehidupan dan perjuangannya pantas menjadi ilham bagi cita-cita dan perbuatan kita semua. Baca lebih lanjut

Maret 4, 2009 Posted by | RESENSI BUKU, Sejarah & Peradaban | , , | 10 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.